Referensi Muslim

Apakah Sah Sholat Tidak Fokus dan Banyak Memikirkan Hal Lain??

referensimuslim.com - Bila kita waktu solat terkadang pikiran kita suka tidak fokus, banyak memikirkan hal lain. Bila seperti itu apakah solat tersebut sah dan dapat diterima? Dan apabila kita solat kesiangan akibat ketiduran apakah boleh kita melaksanakan solat tersebut walau sudah lewat waktunya?

Pertanyaan:
Assalamualaikum ustadz Afwan mengganggu Ini ada pertanyaan dari peserta kajian online semalam, karena sudah malam jadi tidak sempat bertanya.
⁠⁠⁠⁠Bila kita waktu solat terkadang pikiran kita suka tidak fokus, banyak memikirkan hal lain. Bila seperti itu apakah solat tsb sah dan dapat diterima? Dan apabila kita solat kesiangan akibat ketiduran apakah boleh kita melaksanakan solat tsb walau sudah lwt waktunya. Soalnya waktu itu saya sempat membaca ada sebuah kisah yg menceritakan kejadian tsb dialami oleh Nabi Muhammad dan beliau langsung menunaikan ibadah solat walau sudah lwt waktunya. Sumbernya dari website. Maaf klo ada kesalahan. Maksud ingin mengklarifikasi pernyataan tsb ustad

Jawaban:
Assalaamu'alaikum Warahmatullaihi Wabarokatuh
Segala puja dan syukur kepada Allah Swt dan shalawat salam untuk RasulNya.
Shalat dianggap sah secara hukum apabila telah terpenuhi syarat dan rukunnya. Namun ada hal diluar hukum yang tidak kalah penting, yaitu sifat khusu’. Khusu’ lebih kepada keadaan mental. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam al-Ghazali, bahwa khusu’ meliputi enam hal, yaitu kehadiran hati, mengerti antara yang dibaca dan yang diperbuat, mengagungkan Allah Swt, merasa gentar terhadap Allah Swt, merasa penuh harap kepada Allah Swt, dan merasa malu terhadapNya. Seorang hamba mampu menghadirkan semua perasaan itu secara penuh ketika sedang shalat. Orang yang mampu melakukan shalat dengan khusu’ seperti inilah yang Allah janjikan dengan keberuntungan, sebagaimana dalam al-Quran:
قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون
Beruntunglah orang-orang berimana, yaitu mereka yang khusu’ dalam shalatnya. (QS. Al Mukminun: 1-2)

Memang setiap orang punya tingkatan / kwalitas yang berbeda-beda dalam hal khusu’ ini. Ada yang sampai pada tingkatan mampu khusu’ dalam semua waktu shalatnya sehingga ia tidak ‘sadar’ dengan apa yang terjadi diluar shalat. Dan ada tingkatan dimana seseorang mampu khusu’ dalam sebagian besarnya, dan begitu seterusnya.

Namun bukan berarti orang yang ingat sesuatu ketika shalat, atau terlintas satu pikiran, tidak dianggap khusu’ sama sekali. Selama lintasan-lintasan pikiran itu tidak sampai merusak konsentrasi, atau bahkan membuat lalai, maka ia tetap masih dikatagorikan sebagai orang yang khusu’ sesuai dengan tingkatannya.
Oleh karenanya, lintasan-lintasan yang datang ketika sedang shalat, secara hukum tidak membuat shalat itu batal, namun apabila lintasan itu sampai mengganggu kekhusu’an, tentu hal itu mengurangi nilai/kwalitas shalat.

Sikap yang diambil adalah ketika seseorang sedang shalat dan tanpa disadari datang pikiran-pikiran diluar shalat, maka hendaklah segera untuk kembali kepada posisi semula sebagai orang yang sedang bermunajat kepada Allah Swt. jangan sampai lintasan itu membuat lalai, sehingga masuk dalam katagori orang-orang yang celaka, naudzubillah.
أريت الذين يكذب بالدين فذلك الذي يدع اليتيم ولا يحض على طعام المسكين فويل للمصلين الذين هم عن صلاتهم ساهون الذين هم يراءون ويمنعون الماعون
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, yang berbuat ria dan enggan (memberikan) bantuan. (QS. al Ma’un: 1-7)

Adapun sholat ketinggalan karena lupa (ketiduran, dll) maka sholatlah ketika ingat. Seperti disebutkan dalam beberapa hadits berikut,
فإذا نسي أحدكم صلاة أو نام عنها فليصلها إذا ذكرها
Jika diantara kalian lupa sholat atau ketiduran, maka sholatlah ketika ingat. (HR. Tirmidzi dan An Nasai)
من نسي صلاة فليصلها إذا ذكرها لا كفارة لها إلا ذلك
Jika lupa sholat, maka sholatlah ketika ingat, tidak ada kifarat selain itu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan yang saudara tanyanya diatas yaitu hadits riwayat Imam Ahmad, pernah Rasulullah kesiangan sholat shubuh, dan beliau sholat berjamaah shubuh bersama shahabat meski sudah terbit matahari.

Wallahu a’lam Bisshowab.
Wassalam.








Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>
Referensi Muslim

5 Motivasi untuk Pemuda Islam | Download PowerPoint

referensimuslim.com - Tulisan ini dihadirkan di tengah masyarakat dengan citra untuk menyuburkan energi perjuangan anak muda dan juga mengutarakan apakah peranan mereka sebagai pengemban Risalah Allah di atas muka bumi. Pemuda adalah tembok agama, dibahu mereka ummah meletakkan harapan untuk menjulang dan membentengi agama ini.

Jika anak muda diselimuti kebobrokan dan kebejatan akhlak maka agama ini akan kehilangan benteng yang akan diserbu musuh. Nabi SAW sangat menjaga dan memberikan perhatian kepada kelompok anak muda, sejak zaman awal dakwah hingga sebelum Baginda SAW menutup mata. Anak  muda didakap erat direlung hati baginda, anak muda dihantar menjadi barisan hebat di medan tempur, bahkan sang pencerah yang dihantar untuk menyebarkan ilmu-ilmu Islam.

Tulisan 5 Motivasi untuk Pemuda Islam diantara secercah harapan dan semangat optimis para pemuda Islam!

Download:
5 Motivasi untuk Pemuda Islam | Download PowerPoint


Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>
Referensi Muslim

Menuju Kejayaan dan Peradaban Islam | Hikmah Peristiwa Isra Miraj

1. Peristiwa Isra Miraj ini luar biasa. Jumhur ulama memposisikannya di urutan kedua mukjizat Nabi SAW yg terbesar kedua setelah Al Qur'an. #HikmahIsraMiraj

2. Banyak keistimewaan sekaligus hikmah yg bisa kita pelajari di balik perjalanan Isra Miraj. #HikmahIsraMiraj

3. Sehingga peristiwa Isra Miraj, Allah abadikan sbg nama Surah ke-17 dalam Al Qur'an dan sekaligus di ayat pembukanya. #HikmahIsraMiraj

4. Ayat ini harus dipahami secara utuh dan komprehensif, sehingga diperoleh pemahaman yg menyeluruh, tentang peristiwa Isra Miraj. #HikmahIsraMiraj

5. Allah ‘azza wajalla mengawali surah tsb dgn kata “subhana” (Maha Suci). Utk menunjukkan betapa menakjubkannya peristiwa Isra Miraj. #HikmahIsraMiraj

6. Kemudian proses perjalanan Isra Miraj secara eksplisit dikisahkan dgn kata kerja “asraa” (memperjalankan). Bukan “saraa” (berjalan). #HikmahIsraMiraj

7. Kata “asraa” dlm ilmu nahwu sharaf adalah “fi'il muta'adi” (kata kerja transitif), mengharuskan keterlibatan subjek & objek. #HikmahIsraMiraj

8. Berarti dlm peristiwa Isra Miraj, Rasulullah tidak berjalan atas kehendak pribadi dan dgn kemampuan sendiri. Ada “campur tangan” Allah. #HikmahIsraMiraj

9. Peristiwa Isra Miraj yg luar biasa tsb tidak mungkin terjadi kalau bukan dgn kekuasaan Allah. Dan Rasulullah (hanya) “diperjalankan”. #HikmahIsraMiraj

10. Secara jelas, Allah mengatakan “bi 'abdihi” (hambanya). Menegaskan bahwa Rasulullah sbg “objek yg diperjalankan” dlm Isra Miraj. #HikmahIsraMiraj

11. Dalam QS Al Isra: 1, Allah juga menambahkan keterangan waktu “lailan”. Bahwa peristiwa Isra Miraj sangat singkat. Hanya semalam. #HikmahIsraMiraj

12. Definisi “lailan” dlm kajian nahwu sharaf adalah sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. #HikmahIsraMiraj

13. Dlm riwayat2 shahih dikisahkan: Rasulullah dijemput Jibril dgn Buraq pd saat ba'da isya lalu kembali sebelum fajar. #HikmahIsraMiraj

14. Dijemput dari rumah Umu Hani, istri Rasulullah. Buraq, yaitu makhluk Allah yg mirip dg kuda. #HikmahIsraMiraj

15. Kalau kita convert ke waktu normal manusia, peristiwa Isra Miraj hanya terjadi dalam waktu 8-9 jam. Sangat singkat. #HikmahIsraMiraj

16. Kenapa “lailan”? Karena sebaik2nya waktu ibadah adalah qiyamul lail (shalat malam), dan menjaga peristiwa itu dari pandangan orang2 yg dengki. #HikmahIsraMiraj

17. Kemudian, setelah disampaikan informasi pelaku dan waktu perjalanan tsb, Al Isra: 1 jg mengabarkan rute Isra Miraj. #HikmahIsraMiraj

18. Bagian rute Isra Miraj yaitu dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsha Palestina. #HikmahIsraMiraj

19. “….agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami…” #HikmahIsraMiraj

20. Diantara #HikmahIsraMiraj sebagai berikut, Pertama, Mengetahui Tujuan Hidup Kenapa dalam ayat Isra: 1,

21. Allah mengatakan “hamba-Nya” bi 'abdihi, tidak mengatakan “Rasul-Nya atau nabi-Nya”?  #HikmahIsraMiraj

22. Penghambaan atau sifat “Ubudiyah" ialah pintu datangnya karunia Allah SWT, semua Nabi dan Rasul diutus utk mengajarkan cara penghambaan kita pd Allah SWT #HikmahIsraMiraj

23. Dalam Al Quran Rasulullah saw disebutkan sebagai penghambaan terdapat dalam 3 tempat: #HikmahIsraMiraj

24. “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqan: 1)

25. “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat).” (QS. Al Jin: 19) #HikmahIsraMiraj

26. “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya.” (Al Isra: 1) #HikmahIsraMiraj

27. Rasulullah saw adalah hamba dari hamba2 Allah, beliau adalah orang yg paling beribadah kpd Allah #HikmahIsraMiraj

28. beliau hamba paling ikhlas kepada Tuhannya, dan paling tahu tingkatan-tingkatan ibadah. #HikmahIsraMiraj

29. Dari sebagian tawadlu (kerendahan hatinya) beliau duduk seperti duduknya hamba biasa, makan seperti makannya hamba, #HikmahIsraMiraj

30. beliau tidak ridho jika ada orang mengkultuskannya melebihi  kedudukan yang diturunkan Allah kepadanya. Beliau bersabda: #HikmahIsraMiraj

31. #HikmahIsraMiraj لاَتَطْرُوْنِي كَمَا أَطَرَتْ النَّصَارَي عِيْسِى ابِنَ مَرْيَمَ، إَّنمَا أَناَ عَبْدٌ فَقُولُوا: عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

32.“Janganlah kalian mengultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani telah menguultuskan Isa putra Maryam. #HikmahIsraMiraj

33.Sesungguhnya aku ini adalah hamba, maka sebutlah (aku): hamba Allah dan Rasul-Nya. #HikmahIsraMiraj

34.Penghambaan pd Allah adalah kedudukan yg paling besar, dan kedudukan tertinggi manusia, Kemuliaan dan keagunagn mana yang sebanding dengan ini? #HikmahIsraMiraj

35. Orang yang tidak menyembah Allah, berarti dia mesti menyembah yang lain, tidak ada yg ketiganya, #HikmahIsraMiraj

36.Penyembah Allah atau penyembah thagut, syetan, syahwat, dan segala sesuatu yang selain Allah. #HikmahIsraMiraj

37.Lebih jauh lagi Dr Abdullah Nasih Ulwan menjelaskan makna ibadah yaitu 1) Ikhlas, 2) Tunduk patuh terhadap ajaran Islam, #HikmahIsraMiraj

38. 3) Loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang beriman, #HikmahIsraMiraj

39. 4) Mengetahui urgensi kewajiban yg diperintahkan Allah (dakwah ilallah) #HikmahIsraMiraj

40. #HikmahIsraMiraj menurut saya ialah kembali memahami tujuan hidup kita, bingkai ibadah dlm hidup kita, sholat, zakat … muamalah dst

41. #HikmahIsraMiraj yg Kedua yaitu, Waspada Terhadap Bahaya yang Mengintai, Kita tahu peristiwa Isra Miraj .. #HikmahIsraMiraj

42. ditahun ke-10 kenabian terjadi setelah ujian yg bertubi-tubi yg dihadapi Rasulullah, tahun itu disebut tahun kesedihan (‘Amul Huzni) #HikmahIsraMiraj

43. Selalu ada ancaman akan eksistensi Islam, dimasa lalu, sekrang dan yg akan datang! #HikmahIsraMiraj

44. Ancaman yg paling berbahaya dari dulu, sekrang dan yg akan datang, Paling DOMINAN dan semuanya tunduk padanya yaitu ZIONIS YAHUDI! #HikmahIsraMiraj

45. Kita bisa lihat dari 25 Protokolat Zionis (sebagian besar sudah mereka wujudkan) #HikmahIsraMiraj

46. Sebagai contoh No. 8 “Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya.” #HikmahIsraMiraj

47. No. 24 “Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mrk sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan. #HikmahIsraMiraj

48. Peristiwa Yuyun (14) anak Bengkulu hari ini sungguh terjadi bukan secara spontan, tapi hasil scenario yg panjang yg sudah dirancang musuh2 Islam ini. #HikmahIsraMiraj

49. Dan kedepan, kita tidak tahu adakah nestapa Yuyun2 lain? yg secara keji diperkosa 14 org secara bergiliran, dibunuh dan jasadnya dilempar ke jurang. #HikmahIsraMiraj

50. #HikmahIsraMiraj Ketiga, Optimis dengan Kejayaan Islam. Rasulullah dlm peristiwa Isra Miraj diperlakukan secara istimewa

51. Beliau menjadi Imam para Nabi dan Rasul, melihat langsung umat-umat Nabi sebelumnya, diangakat ke langit ke-7, bahkan Sidratul Muntaha #HikmahIsraMiraj

52. Secara tersirat, Allah Swt ingin memperlihatkan langsung masa depan ada ditangan Islam, diperlihatkannya Surga dan Neraka. #HikmahIsraMiraj

53. Allah melarang umat islam berputus asa, karena putus asa = kekafiran (QS. Yusuf: 87) dan putus asa = kesesatan QS. Al Hijr: 56 #HikmahIsraMiraj

54. Sejarah mencatat, Siapa mengira tanah Arab yg tandus … menjadi pusat perhatian dunia #HikmahIsraMiraj

55. Siapa mengira, Al Aqsho yg dikuasai musuh Islam hampir 100 thn lamanya, namun Sholahudin Al Ayubi mampu menaklukannya dlm perang Hitin! #HikmahIsraMiraj

56. dan Sejarah mencatat peristiwa penaklukan Al Aqsho oleh Sholahudin Al Ayubi pada hari Jumat 27 Rajab (tgl terjadinya Isra Miraj)  #HikmahIsraMiraj

57. Siapa mengira, Muhammad Al Fatih mampu menaklukan Konstantinopel yg dikuasai Romawi Timur selama 11 Abad! #HikmahIsraMiraj

58. Siapa mengira, tahun 80an para pejuang jilbab, hingga dikeluarkan dari sekolah, tempat kerja … namun kini jilbab jadi tren ..  #HikmahIsraMiraj

59. Al Quran dan Bukti Sejarah telah terpampang dg terang benderang, Kejayaan hanya Milik Islam! #HikmahIsraMiraj

60. #HikmahIsraMiraj Keempat, Meneladani Sejarah Keemasan Islam. Peristiwa Isra Miraj tdk sekedar keyakinan terhadap peristiwa tersebut

61. Namun, sebgai pelajaran berharga utk umat Islam, meneladani sikap Pengorbanan, #HikmahIsraMiraj

62. sikap Kesabaran, dan Keteguhan Rasulullah Saw dlm menghadapi berbagai ujian. #HikmahIsraMiraj

63. Berkat generasi Islam, generasi yg trus berkorban, sabar dan teguh menjaga dan mendakwahkan risalah Islam, al Islam tetap eksis! #HikmahIsraMiraj

64. #HikmahIsraMiraj Kelima, Siap sebagai Penyeru Kebaikan.

65. Meskipun terasa janggal utk ukuran saat itu, mustahil melakukan perjalanan Mekah Palestina hanya 9 Jam! #HikmahIsraMiraj

66. Namun, Rasulullah tetap menyampaikannya dg keyakinan dan penuh kesabaran. Hingga Abu Bakar, sahabat dekatnya mengatakan … #HikmahIsraMiraj

67. “Lebih dari itu pun (peristiwa Isra Miraj) aku akan mempercayainya!” Ungkap Abu Bakar saat itu.  #HikmahIsraMiraj

68. Sehingga kita menjadi tahu diantara kewajiban seorang muslim adalah sebagai Penyeru Kebaikan! Meskipun terasa berat. #HikmahIsraMiraj

69. Sehingga kita bisa berkata dihadapan Allah kelak, bahwa saya sudah menyampaikan kebenaran itu!  #HikmahIsraMiraj

70. Sehingga kita pun dlm berdakwah terus menimba ilmu keislaman (hikmah), tazkiyah dan menggunakan metode yg efektif. (An Nahl: 125) #HikmahIsraMiraj

71. Sehingga mudah-mudahan dgn 5 Pilar ini, Kejayaan dan Peradaban Islam ini akan Cepat Terwujud. Amin. #HikmahIsraMiraj

Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>
Referensi Muslim

Tidak Puasa Ramadhan Karena Hamil dalam Kondisi Lemah apakah Qodho atau Fidyah?

referensimuslim.com - Tidak Puasa Ramadhan Karena Hamil dalam Kondisi Lemah apakah Qodho atau Fidyah?

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz saya Bu Diana guru SMP, mau minta penjelasannya, Ramadhan tahun lalu saya ga puasa karena hamil dengan kondisi lemah (rawan prematur), dan memang akhirnya lahiran (usia) 7 bulan, saya sudah niat fidyah, sudah saya bayar 10 hari. Ada 20 hari lagi yang belum saya bayar karena waktu itu rencana mau dibayar setelah Idul Fitri, tapi keburu ada musibah, lahir prematur, caesar, operasi, bayi meninggal, saya masih sakit dll ... jadi fidyah tertunda. Nah yang jadi pertanyaan, saya harus fidyah atau qodho untuk yang 20 hari itu? Jazakumullah

Jawaban:
Pensyariatan fidyah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan penjelasan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam ayat ini yaitu,
هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لاَ يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا، فَلْيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا
“(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankan shaum, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin.”

Pendapat Ulama:
Sebagian besar ulama berpandangan bahwa wanita yang hamil boleh tidak berpuasa pada siang hari bulan ramadhan dan menggantinya di hari yang lain.

Apabila ia tidak berpuasa karena kondisi fisiknya yang lemah dan tidak kuat berpuasa, sebagian besar ulama berpandangan bahwa ia berkewajiban mengqadha puasa tersebut di hari lain atau ketika mampu. Ia tidak berkewajiban membayar fidyah.

Adapun wanita yang hamil atau menyusui dan mampu berpuasa, lalu ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan anaknya saja, ia berkewajiban mengqadha dan membayar fidyah.  Demikian pendapat sebagian besar ulama.

Adapun ulama Hanafiah berpendapat cukup dengan mengqadha saja.

Jadi, kesimpulannya, wanita yang hamil lalu tidak berpuasa pada bulan ramadhan berkewajiban untuk mengqadha.  Demikian pendapat ulama  Syafi’iah, Malikiah dan Hanabilah.

Para ulama Kontemporer, seperti : DR Yusuf Al-Qardhawi, DR Wahabah Zuhaili, Syaikh Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz  bahwa wanita yang hamil atau menyusui berkewajiban untuk mengqadha puasa yang ditinggalkan.  Sedangkan fidyah sendiri, pada dasarnya hanya berlaku untuk orang yang tidak ada harapan untuk berpuasa, misalnya : orang tua yang tidak mampu berpuasa atau orang yang sakit menahun.

Oleh karena itu, DR Yusuf Al-Qardhawi berpendapat bagi wanita yang tidak memungkinkan lagi untuk mengqadha karena melahirkan dan menyusui secara berturut-urut sampai beberapa tahun, ia bisa mengganti qadhanya dengan fidyah. Hal ini karena ada illat (alasan hukum) tidak ada kemampuan lagi untuk mengqadha semuanya. selama masih bisa mengqadha dan memungkinkan, maka kewajiban mengqadha itu tetap ada.

Dari penjelasan diatas berikut kami sampaikan Siapa Saja yang Harus Bayar Fidyah?
1. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.
2. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa.
3. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Mereka itu wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama, namun menurut Imam Syafi’i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha’ puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha’.

Melalaikan Qadha
Orang yang menunda kewajiban mengqadha’ puasa Ramadhan tanpa uzur syar’i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha’nya sekaligus membayar fidyah, menurut sebagian ulama, diantaranya Imam Syafi’i.

Berapa Besar Fidyah?
Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi’i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Yang dimaksud dengan mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan, kira-kira mirip orang berdoa. Jika dikonversi sekitar Rp. 15.000 perhari.

Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam atau setara dengan setengah sha‘ kurma atau tepung. Atau juga bisa disetarakan dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang kepada satu orang miskin. Jika dikonversi sekitar Rp. 30.000 perhari.

Cara Bayar dan Waktu Pembayaran
Dapat dilakukan sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20 hari disalurkan kepada 20 orang miskin. Atau dapat pula diberikan hanya kepada 1 orang miskin saja sebanyak 20 hari. Al Mawardi mengatakan, “Boleh saja mengeluarkan fidyah pada satu orang miskin sekaligus. Hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama. Adapun waktu membayarnya boleh pada hari itu juga, boleh juga diakhirkan.


Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>