Referensi Muslim

Fenomena Sholat Sambil Memegang dan Membaca dari Mushaf Alquran

referensimuslim.com - Mau bertanya, boleh tidak kalau sholat sambil membaca/melihat Al-quran? Fenomena ini biasanya temukan di masjid yang berkomitmen tarawih 1 Juz per hari.

Assalamuallaikum. Ust, afwan mengganggu. Mau bertanya, boleh tidak kalau sholat sambil membaca/melihat Al-quran? Fenomena ini biasanya temukan di masjid yang berkomitmen tarawih 1 juz per hari. Sedangkan saya tau, kalau sedang sholat itu tidak boleh melebihi dari tiga gerakan.
Syukran Ust sebelumnya.

Risa - STKIP Subang

Jawaban :
Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum yang ditanyakan. Sebagian membolehkannya dan sebagian lainnya mengatakan bahwa hal itu membatalkan shalat.

Dan saya lebih cenderung dg pendapat yg membolehkan dg beberapa keterangan berikut,
Adalah Al-Imam Malik, Al-Imam As-Syafi’i dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Yusuf dan Muhammad serta yang lainnya rahimahumullah membolehkan sholat sambil memegang dan membaca dari mushaf alquran.

Namun meski mereka memandang bahwa shalat sambil membaca mushaf Al-Quran bukanlah hal yang terlarang, namun lebih dikhususkan untuk shalat sunnah atau nafilah dan bukan shalat wajib.
Selain itu mereka tetap mensyaratkan agar tidak terlalu banyak gerakan yang akan mengakibatkan batalnya shalat. Hal itu mengingat bahwa dalam pandangan para ulama syafi’i misalnya, tiga kali gerakan yang berturut-turut tanpa jeda sudah dianggap membatalkan shalat. Meski membolehkan, namun mereka tetap mengatakan bahwa shalat dengan menghafal langsung tanpa membaca dari mushaf tetaplah lebih utama dan lebih baik.

Diantara dalilnya yaitu,
a. Zakwan mengimami Aisyah ra. dengan melihat mushaf
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi bahwa sahaya Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha yang bernama Zakwan telah shalat menjadi imam bagi Aisyah ra. di bulan Ramadhan. Dia menjadi imam sambil membaca Al-Quran dari mushaf. Hal yang sama juga dalam shalat nafilah (sunnah) yang lain.
Riwayat ini sampai kepada kita lewat hadits yang dikeluarkan oleh Al-Baihaqi.

b. Nabi SAW shalat sambil menggendong anak
Diriwayatkan secarashahih sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah SAW shalat sambil menggendong anak (cucu beliau).
Dengan penjelasan itu, maka bisa disimpulkan kalau menggendong anak tidak membatalkan shalat, apalagi bila sekedar memegang mushaf. Padahal memegang mushaf itu punya manfaat tersendiri agar tidak salah bacaan, serta bermanfaat buat yang belum hafal Quran dari ingin membaca lebih banyak di dalam shalat.

c. Dikuatkan juga dg pendapat Al-Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhazzab menyebutkan: Bila seseorang membaca dari mushaf, maka shalatnya tidak batal. Baik dia hafal atau tidak hafal.

Wallahu'alam bisshowab


Ust Gozali Sudirjo
Founder referensimuslim.com

Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>
Referensi Muslim

Masuk Surga Wajib Direncanakan, Bukan Sekadar Diharapkan!

referensimuslim.com - Hari Ahad, 19 Juni 2016 atau bertepatan 14 Ramadhan 1437 H, saya berkesempatan berbagi di acara yang diselengarakan DKM Ar Rahman PT Evoluzione Tyre (Evoty), Kalijati Subang.

Materi yang diamanahkan panitia seputar Fiqih Shiyam (ini bukan materi baru :)) dan Tarbiyah Ruhiyah. Materi tarbiyah ruhiyah saya sajikan di awal, karena inilah awal mula kita berpijak!

Betapa kita sering mendengar curhatan curhatan sebagai berikut;  
- Hati saya resah gelisah, galau?!
- Hidup saya hampa, nggak tahu tujuannya apa?!
- Saya mencari ketenangan?!
- Hidup saya banyak maksiat, gimana?!
bahkan ada yang curhat;
KALAU BEGINI TERUS, SAYA INGIN BUNUH DIRI?!

Ya, semuanya karena manusia lupa dengan visi misi hidupnya. Lupa bahwa tujuan akhir manusia adalah ingin meraih surga, lupa bahwa Allah dan RasulNya sudah mengajarkan dengan jelas dan detail bagaimana cara agar manusia meraih surganya Allah Ta'ala. Lupa bahwa sebaik baik bekal untuk menempuh perjalanan panjang menuju surganya Allah adalah Taqwa!


Semoga bermanfaat!

----

Daftar Isi Materi:
- Visi Muslim
- Misi Muslim
- Bekal Terbaik
- Visi Misi Muslim Terus Diingatkan dalam Surat Al Fatihah yg setiap Sholat kita baca
- Peta perjalanan hidup manusia
- Fokus dengan Tujuan Akhir
- Tarbiyah ruhiyah kekuatan inti fokus dengan tujuan akhir
- Fungsi tarbiyah ruhiyah yaitu energi memikul beban kewajiban dan taat serta menghadapi musuh dan juga godaan
- 3 Level proses tarbiyah ruhiyah
- 2 Keadaan yang wajib dihindari manusia
- 2 Faktor Penguat Ruhiyah
- Amal unggulan yang bisa dilakukan di sisa waktu kita.

By. Gozali Sudirjo
Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>
Referensi Muslim

Bulan Ramadhan Jangan Sia siakan Pahala Sholat Semalam Suntuk!

referensimuslim.com - bolehkah saya sholat witir di rumah dan tidak berjamaah bersama Imam di Masjid?

Assalaamu’alaikum Wr Wb,
Ustadz bolehkah saya sholat witir di rumah dan tidak berjamaah bersama Imam di Masjid? Terima kasih atas jawabannya.
Wassalaamu’alaikum Wr Wb. Tia di Subang

Jawaban :
Wassalaamu’alaikum Wr Wb. Saudari Tia yang dirahmati Allah, hendaknya ikut imam sampai selesai, dan jangan pulang sebelum imam melakukan witir. Tujuannya, agar kita mendapatkan keutamaan berupa pahala seperti shalat semalam suntuk. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dari Abu Dzar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
Siapa saja yang ikut shalat tarawih berjemaah bersama imam sampai selesai maka untuknya itu dicatat seperti shalat semalam suntuk.” (HR. Nasai 1605, Turmudzi 811; dan disahihkan Syu’aib al-Arnauth)

Selain itu, tentu saja sholat berjamaah tetap lebih utama, ada nilai silaturahim, kebersamaan, dan ukhuwah. Karenanya, jangan Sia siakan Pahala Sholat Semalam Suntuk!


Wallahu’alam bis showab.
Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>
Referensi Muslim

Mudik dan Fakta Sejarah yang tidak terbantahkan!!!

referensimuslim.com - Rasulullah Saw sangat mencintai kampung halamannya, fakta sejarah ini tdk terbantahkan! Ini diantara sepenggal siroh beliau mengenai kampung halaman.

Ada ungkapan indah yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad saw saat meninggalkan kampung halamannya yang penuh berkah yang didalamnya beliau hidup dari kecil hingga dewasa dan tempat pusat memancarnya cahaya dan turunnya wahyu di Gua Hira dan gunung-gunung di kota Mekkah dan bukit-bukitnya!… beliau menoleh ke kota Mekkah dan berkata:
والله، إنك لأحَبُّ أرض الله إلى الله، وأَحَبُّ أرض الله إليَّ. ولولا أن أهلك أخرجوني منك ما خرجت
”Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekkah) adalah bumi yang paling aku cintai karena Allah, dan bumi yang sangat dicintai Allah untukku. sekiranya penghunimu tidak mengusirku darimu maka aku tidak akan meninggalkanmu”.

Meskipun nabi saw mendapatkan penerimaan yang hangat dari warga kota Madinah yang telah dianugerahkan cahaya hidayah dan menyinari orang yang membawa hidayah tersebut, namun kerinduan kepada Mekkah tidak pernah pupus dalam diri Rasulullah saw dan para sahabatnya

Kerinduan pada tanah kelahiran dan kampung halaman, bahkan hingga pada sumur-sumur yang berair jernih dan gunung-gunung yang kokoh.. bahkan hingga pada bebatuan yang bertasbih memuji penciptanya…kerinduan dan kecintaan yang mendorong Rasulullah saw mengangkat tangannya berdoa kepada Allah:
اللهم حبِّب إلينا المدينة كحبِّنا مكة أو أشد.. اللهم وصحِّحها لنا وبارك لنا في مُدّها وصاعها
“Ya Allah berilah kepada kami kecintaan kepada kota Madinah sebagaimana kami sangat mencintai kota Mekkah.. Ya Allah berikanlah kebenaran kepada kami dan berkahilah kami dalam memanjatkan doa dan harap kepadanya”.

Beliau akhirnya menetap di Madinah Al-Munawwarah sebagai negara besar yang dikenal dunia… merdeka, berkeadilan, kemuliaan dan persamaan. tegak syariat Allah yang memberikan kemaslahatan pada segala sisi kehidupan. Rasulullah saw hidup ditengah umat manusia selama sepuluh tahun untuk mengajarkan mereka bagaimana hidup di muka bumi dibawah naungan manhaj samawi, bagaimana memuliakan akhlak dan interaksi menuju derajat yang tinggi, sempurna dan ihsan.

Hik hik hik
😭😭😭😭😭

Betapa Rasulullah selalu merindukan kampung halamannya. Beliau merantau di Madinah selama 10 tahun. Namun, sungguh mencengangkan kita tidak mendapati dalam buku buku siroh dalam rentang 10 tahun tersebut peristiwa mudiknya Rasulullah ke Mekah.

Yang ada hanya siroh perjanjian Hudaibiyah di penghujung tahun ke 6 hijriyah. Kemudian peristiwa Fathu Mekah (pembebasan kota) tahun ke 8 hijrah. Dan terakhir peristiwa Haji Wada' (perpisahan) tahun ke 10 Hijriyaah.

Beberapa bulan setelah peristiwa Haji Wada Rasulullah wafat di Madinah dan tidak meminta di kuburkan di tanah kelahirannya, kota suci Mekah! Inilah fakta sejarah yang tidak terbantahkan!

Lantas dari mana asal muasal sunah mudik?!

Faktanya,
- Luar biasa, persiapan mudik lebih maksimal dibanding persiapan menyambut dan mengisi Ramadhan dengan ibadah optimal!
- Anggaran mudik lebih besar dari ziswaf yang dikeluarkan
- Demi gengsi rela hutang, karena ingin dibilang sukses di rantau orang
- dan sudah pasti fokus ibadah 10 hari terakhir Ramadhan terlewatkan!

By. Gozali Sudirjo



Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim
>>