Membaca al Quran dalam keadaan Haid (6) : Fatwa Syekh Ibrahim Jalhul (Mufti Mesir)

referensimuslim.com - Hal ini memang para ulama berbeda pendapat. Jumhur fuqoha berpendapat bahwa membaca al Quran dalam keadaan haid tidak diperkenankan (haram) sampai selasai haidnya atau suci.

Tidak ada pengecualian, dan hanya di bolehkan membaca zikir dengan maksud bukan membaca al Quran, seperti: Bismillahirrahmaanirrahim, innalillahi wainna ilahi rajiun, robbanaa aatina fiddunya hasanah, dan kalimat zikir lain yang ada dalam al Quran, namun secara umum hal itu adalah zikir yang biasa diucapkan.

Ulama yang lain berpendapat yang sedang haid boleh membaca al Quran. Diantara yang berpendapat boleh ialah mazhab Imam Malik, salah satu riwayat Imam Ahmad, dan Syekh Ibnu Taimiyah memilih riwayat Imam Ahmad ini, termasuk Imam Syaukani mendukung pendapatnya syekh Ibnu Taimiyah.

Fatwa Syekh Ibrahim Jalhul (Mufti Mesir)
Boleh buat muslimah yang sedang haid membaca al Quran, hal ini sebagaimana pendapatnya mazhab Imam Malik. Namun, saat haid telah berhenti, maka tidak boleh membaca al Quran sebelum mandi janabat terlebih dahulu. Karena waktu selesai haid hingga mandi janabat sangat singkat, sehingga tidak boleh membaca al Quran pada waktu ini (yaitu saat haid berhenti hingga mandi janabat).

Menurut mazhab Imam Hanafi tidak boleh muslimah yang haid membaca al Quran kecuali ia adalah pengajar al Quran. Juga diperbolehkan membaca al Quran karena mencari dalil tertentu yang begitu mendesak, termasuk dipebolehkan membaca al Quran ayat-ayat pendek dengan tujuan berdoa atau memuji Allah Swt.

Menurut mazhab Imam Syafi'i muslimah yang haid tidak boleh membaca al Quran meskipun satu huruf, kecuali ia membaca zikir dan tidak bermaksud membaca al Quran, seperti: saat hendak makan mengucapkan "Bisnillahirrahmaanirrahiem" atau zikir-zikir lain yang ada dalam al QUran, namun tidak bermaksud membaca al Quran.

Menurut mazhad Imam Ahmad bin Hanbal, muslimah yang haid boleh membaca al Quran baik ayat-ayat pendek ataupun ayat-ayat panjang, boleh juga membaca zikir-zikir yang ada dalam al Quran, seperti membaca: subhaanaladzi sakharalana hadza wamaa kunnaa lahu muqrinin. Pendapat ini sama dengan pendapatnya mazhab Imam Malik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membaca al Quran dalam keadaan Haid (6) : Fatwa Syekh Ibrahim Jalhul (Mufti Mesir)"

Post a Comment

Anda bisa berkomentar disini. Komentar berisi pertanyaan atau saran mengenai konten yang disajikan di website ini. Terima kasih