Mengenai KB, Nasehat Menggugah Syeikh Muhammad bin Sholeh al 'Utsaimin

referensimuslim.comSungguh banyak keturunan adalah anugerah dan nikmat yang luar biasa dari Allah Swt. Hal ini seperti yang pernah diungkapkan Nabi Syuaib kepada umatnya, ingatlah wahai umatku, jika jumlah kalian sedikit maka perbanyaklah (keturanan) kalian!.

Syeikh 'Utsaimin saat di tanya seputar KB, beliau memberi nasehat kepada kita. Pada kali ini saya postingkan nasehat beliau yang begitu menggugah. Sebuah nasehat yang telah saya terjemahkan (terjemah bebas) dari bahasa aslinya, Arab yang didapatkan dari situs resmi beliau www.ibnothaimeen.com

“Akhi fillah, sesungguhnya seseorang saat bermaksud menggunakan alat kontrasepsi atau ber-KB atau mencegah kehamilan hanya ada dua alasan pokok, dan barangkali banyak juga alasan lainnya, namun semuanya kembali ke dua alasan pokok ini.

Pertama, ia tidak menghendaki kehamilan sama sekali. Atau ia hanya ingin memiliki anak satu atau dua saja. Padahal ini tentunya menyalahi ketentuan Allah Swt. Barangkali orang seperti ini tidak merenungkan, bagaimana nanti bila telah meninggal dunia ia tidak meninggalkan keturunan. Kecuali orang yang berpenyakit, katakanlah mandul, mereka tidak termasuk kategori ini.

Kedua, ia hanya mengatur kehamilan. Misalnya karena kondisi fisik yang lemah, ia mengatur kehamilannya selama dua tahun sekali. Hal ini tentunya dibenarkan. Karena para shahabat Rasulullah Saw dahulu melakukan Azl (KB alami yang dikenal saat itu). Dan ketika Rasulullah mengetahui hal tersebut, beliau tidak melarangnya.

Akhi fillah, berbicara KB karena berkaitan dengan rizki atau lebih tepatnya seseorang ber-KB karena khawatir dan takut tidak bisa memberi makan anak-anaknya kelak adalah sikap buruk sangka kepada Allah Swt. Padahal Allah berfirman, setiap makhluk yang hidup di bumi ini Allah lah yang memberinya rezeki. Selain itu, sikap ini juga disamakan dengan perilaku jahiliyah dahulu. Mereka dengan gampang membunuh bayi mereka yang baru lahir karena takut melarat. Sikap buruk sangka terhadap Allah dan perilaku jahiliyah adalah titik tekan pembicaraan ini. Padahal, setiap anak yang lahir, janji Allah adalah akan dibukakan pintu-pintu rezeki kepadanya.

Ada sebagaian orang yang berdalih, karena khawatir tidak bisa mendidik mereka dengan baik. Ini tentu saja keliru. Karena yang berhak menentukan seorang anak mendapat hidayah atau tidak adalah kehendak Allah Swt. Kita sebagai orang tua hanya berusaha diiringi doa agar kelak anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh/ah. Pikiran seperti ini sama saja dengan berburuk sangka kepada Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku sesuai dengan prasangaka hamba-Ku.”

Artinya, tidak ada alasan bagi siapa saja yang bisa ditolelir untuk ber-KB atau bahkan tidak ingin mempunyai anak (secara permanen) kecuali dalam keadaan darurat, seperti sakit yang akan membahayakan nyawa si ibu dan itu atas anjuran dokter yang terpercaya.

Pembaca yang budiman, marilah kita renungkan sejenak. Sungguh banyak keturunan adalah anugerah dan nikmat yang luar biasa dari Allah Swt. Hal ini seperti yang pernah diungkapkan Nabi Syuaib kepada umatnya, ingatlah wahai umatku, jika jumlah kalian sedikit maka perbanyaklah (keturanan) kalian!.

Begitu juga anugerah yang Allah berikan dahulu kepada Bani Israil. Allah berfirman, “Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar!

Tidak diragukan lagi, umat yang besar adalah umat yang berwibawa, memiliki kedudukan dan disegani umat lainnya. Terlebih umat yang besar ini bisa mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya dengan segala daya dan upaya. Sehingga menghasilkan karya-karya besar. Kita saksikan saat ini, sebuah Negara dengan penduduk terbesar dunia, bisa menguasai beragam segmen kehidupan. Ekonomi, militer dan sumber daya manusia.

Betul janji Allah Swt, bahwa setiapa makhluk yang ada di bumi ini adalah hak dan keewajiban Allah lah yang memberinya rezeki. Manusia hanya bersyukur dan mengoptimalkan segala fasilitas melimpah yang Allah sediakan. 

Akhirnya, saat kita yakin dengan janji ini. Keutamaan umat ini terletak disini. Sehingga bila ada upaya terselubung dari musuh Islam yang menghembuskan topeng ‘membatasi keturunan’ sebagai senjata, kita segera antisipasi. Karena Rasulullah Saw sangat menyukai umatnya terbanyak di hadapan Allah Swt kelak.” 

Teks asli nasehat beliau berbahasa Arab bisa di lihat di www.ibnothaimeen.com

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Mengenai KB, Nasehat Menggugah Syeikh Muhammad bin Sholeh al 'Utsaimin"

  1. afwan fatwa ttg kb diatas bukan fatwa syeikh ibnu taymiyah tapi fatwa syeikh muhammad bin soleh alutsaimin

    ReplyDelete
  2. betul, afwan dan terimakasih atas koreksinya

    ReplyDelete

Anda bisa berkomentar disini. Komentar berisi pertanyaan atau saran mengenai konten yang disajikan di website ini. Terima kasih