Membangun Peradaban dengan Obsesi Peradaban


referensimuslim.com - Betapa banyak ayat dan hadits bertema obsesi. Betapa banyak para pahlawan dan orang-orang sukses meraih obsesi-obsesinya. Dan betapa peradaban raksasa hanya bisa dibangun dan diraih dengan obsesi-obsesi raksasa juga!  
 

Judul diatas barang kali oleh sebagian orang terkesan utopia. Namun, begitulah kita diajarkan manusia pilihan, Muhammad Saw. Suatu ketka beliau bersabda,
 
“Nama yang paling disukai dan dianjurkan adalah Abdullah dan Abdurrahman. Dalam riwayat lain disebutkan nama yang paling genuine adalah Harits dan Himam.” (HR. Muslim)

Nama adalah cita-cita. Demikian Rasulullah Saw bersabda dalam hadist ini. Seorang muslim memiliki obsesi (himam) tertinggi dalam ketaatannya kepada Allah, dan karenanya ia begitu antusias (harits) dalam menjalankan berbagai aktifitas keshalihannya. 


Obsesi adalah identitas muslim sejati. Yang ada dibenaknya hanyalah cita-cita genuine. Ia sama sekali tidak tertarik dengan hal remeh-temeh. Imam Ibnu Qoyim pernah berkata, seseorang selamanya tidak akan sampai kepada puncak kesuksekan kecuali dengan dua perkara, ia mempunyai hasrat tinggi (baca: obsesi) sebagai jalan dan  wawasan ilmu sebagai kunci untuk meraihnya.


Obsesi adalah suatu sikap manusia yang tidak mengenal kata “akhir” atau “putus asa”. Namun yang membedakan antara obsesi muslim dengan umat lainnya adalah obsesinya hanyalah untuk meraih keridhoaan Allah Swt semata. Sehingga perbedaan mendasar adalah ketika obsesi yang tidak dilandasi keimanan maka berakhir dengan tragis. Kita mendengar dan membaca, orang-orang Jepang dan Amerika memiliki obsesi diatas rata-rata. Namun, ternyata survey juga menunjukan tingkat bunuh diri dan prustasi mereka meraih rangking pertama dan kedua!.


Pun demikian ayat Quran mengajarkan dalam suatu doa yang kerap dilantunkan, “Jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang bertaqwa” (waj’alnaa lil muttaqiiana imaamaa). Kata “jadikanlah kami sebagai pemimpin” adalah obsesi. Cita-cita yang dilantunkan bukan sekedar menjadi orang bertaqwa (muttaqin) saja, tapi justeru muttaqin diatas muttaqin, pemimpinnya orang bertaqwa.


Juga Rasulullah Saw mengajarkan, bercita-citalah setinggi langit. Mintalah kepada Allah Swt sebaik-baik permohonan. “Jika kalian meminta sesuatu kepada Allah Swt, mintalah surga Firdaus.” Surga Firdaus adalah obsesi setiap muslim. Surga tertinggi, dekat dengan Arsyurrahman! Bukan hanya sekadar surga, namun surga termulia. Bukan sekadar cita-cita, namun cita-cita tertinggi!

Kita juga mengenal hadits obsesi lainnya. Hadits penaklukan kota Konstantinopel, Negara Adidaya, penguasa dunia saat itu. “Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (HR. Ahmad)

Hadits ini menjadi spirit seorang pemuda bernama Muhammad al Fatih sang penakluk Konstantinopel. Setiap hari alFatih kecil selalu diperdengarkan hadits ini oleh sang guru, Syekh Syamsuddin. Sehingga akhirnya, menjadi spirit dan obsesi dalam segala aktifitas keshalihannya.

Demikianlah, betapa banyak ayat dan hadits bertema obsesi. Betapa banyak para pahlawan dan orang-orang sukses meraih obsesi-obsesinya. Dan betapa peradaban raksasa hanya bisa dibangun dan diraih dengan obsesi-obsesi raksasa juga!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membangun Peradaban dengan Obsesi Peradaban"

Post a Comment

Anda bisa berkomentar disini. Komentar berisi pertanyaan atau saran mengenai konten yang disajikan di website ini. Terima kasih