Was was Terkena Najis Kotoran Anjing

ReferensiMuslim.Com - Ustadz,mohon pencerahan dan nasehatnya, saat ini saya merasa sangat was was apakah terkena najis mugholadhoh atau tidak.

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ustadz,mohon pencerahan dan nasehatnya, saat ini saya merasa sangat was was apakah terkena najis mugholadhoh atau tidak.

Kejadian ini sudah terjadi sekitar 1 tahun yang lalu, kejadiannya seperti ini: saat itu dari kejauhan (posisi saya ada di dalam mobil menunggu istri belanja), saya melihat ada salah seorang penjaga toko sedang membuang kotoran hewan (mungkin kotoran anjing, karena di toko ada anjing yang dipelihara), kebetulan saat itu  istri saya  baru saja selasai dari belanja dan melewati kotoran tersebut (tapi saya ragu apakah istri saya benar benar menginjak / terkena kotoran yang mungkin kotoran anjing tersebut) kemudian masuk mobil.

Karena saya ragu, sampai di rumah karpet mobil dan sandal istri saya (yang mengkin terkena kotoran anjing) saya sucikan tapi ternyata caranya tidak betul ( 6 x kali dibasuh dengan air + 1 X dengan tanah saja, bukan tanah yang dicampur dengan air), hal ini saya ketahui setelah membaca arikel tentang pencucian najis berat.

Yang saya tanyakan:

   1. Apakah karpet mobil + sandal istri saya sudah suci atau belum dari najis?
   2. Apabila ada benda yang mengenai  / diletakkan diatas karpet mobil tersebut apakah terkena najis?
   3. Bila peralatan sholat terkena benda (point 2) apakah juga terkena najis
   4. Apakah najis berat / mugholadhoh dapat menular?

Demikian yang saya tanyakan Ustadz, karena saat ini hal itu membebani pikiran dan menjadikan saya was was terutama dalam menjalankan sholat. Berdosakah saya? Apakah sholat saya diterima Allah SWT Mohon diberikan penjelasan. Terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr Wb
(mass**@gmail.com)

Jawaban:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita. Mengenai kotoran anjing para ulama berbeda pendapat; Imam Syafi'i dan Imam Ahmad mengatakan bahwa bukan hanya air liurnya saja yang najis, tetapi seluruh tubuh anjing itu hukumnya najis berat, termasuk keringatnya. Bahkan hewan lain yang kawin dengan anjing pun ikut hukum yang sama pula. Dan untuk mensucikannya harus dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.

Menurut Mazhab Imam Hanafi, yang najis dari anjing hanyalah air liurnya, mulutnya dan kotorannya. Sedangkan tubuh dan bagian lainnya tidak dianggap najis.

Dan menurut Imam Maliki, mengatakan bahwa badan anjing itu tidak najis kecuali hanya air liur dan kotorannya saja.

Mengenai hal ini silahkan lihat tulisan sebelumnya:
Bekas Kaki Anjing Apakah Najis?

Jika kita mengambil pendapatnya Imam Syafi'i, maka karpet dan sandal terkena najis berat dan cara menyucikannya sebanyak 7 kali dan salah satunya dengan tanah.
Namun, jika mengikuti pendapatnya Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, maka cukup sekali cuci karena bukan najis.

Was-was atau ragu adalah diantara bentuk godaan syaitan. Dan kaidah Ushul Fiqih mengatakan, "Keraguan tidak bisa mengalahkan keyakinan."

WallahuA’lam bi al-shawab. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 

Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim atau @GozaliSudirjo

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Was was Terkena Najis Kotoran Anjing"

  1. *Tambahan/ koreksi

    --Dan menurut Imam Maliki, mengatakan bahwa badan anjing itu tidak najis kecuali hanya air liur dan kotorannya saja.--

    Memang tidak najis, tapi tetap membasuh 7 x salah satunya pakai debu sebagaimana imam madzhab lain dalam memperlakukan segala sesuatu yang terkena anjing.

    Bukan karena ada najis, melainkan karena diperintahkan alias karena Ibadah dalam menjalankan perintah pembasuhan tersebut. Intinya sama, harus dibasuh air salah satunya pakai debu, bukan diambil enaknya dari salah satu madzhab tersebut alias dicampur.

    Contoh lain misalnya; Mengikuti pendapat Imam maliki bersentuhan dengan wanita tidak membatalkan wudlu asal tidak bersyahwat tetapi cara berwudlunya mengikuti imam Syafi,i. Ini mencampuradukkan madzhab.

    Jika mengikuti pendapat Imam maliki bersentuhan dengan wanita tidak membatalkan wudlu asal tidak bersyahwat maka cara wudlu juga harus PAKAI cara imam malik, yaitu membasuh rambutnya harus seluruh rambut. (Cara Imam Syafi,i membasuh rambut boleh sebagian kecil)

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum Wr Wb,
    Saya ingin bertanya, ketika saya berjalan saya tidak sengaja menginjak kotoran anjing,tapi terkena sendal saja dan saya langsung buang sendalnya dan menggantinya dengan sendal baru, apakah kaki saya harus di cuci 7 kali?

    ReplyDelete

Anda bisa berkomentar disini. Komentar berisi pertanyaan atau saran mengenai konten yang disajikan di website ini. Terima kasih