PERISTIWA ISRA DAN MI’RAJ | Ibnu Qayyim al-Jauziyah

ReferensiMuslim.Com - Rasulullah Saw melakukan perjalanan malam (isra) dari masjid haram ke masjidil aqsha dengan ditemani malaikat jibril menggunakan kendaraan buraq, beliau tiba di al aqsha dan menjadi imam shalat para nabi. Perjalanan ini beliau lakukan ruh dan jasad sebagaimana pendapat yang paling kuat tentang hal ini.

Kendaraan buraq ini diikat disalah satu tiang mesjid, ada juga yang mengatakan buraq ini turun di betlehem, namun hal ini tidaklah benar.

Pada malam itu juga rasul diangkat (miraj) dari baitul maqdis menuju langit ketujuh (samaud dunya), malaikat jibril membukakan tabir, maka terbukalah. Rasulullah melihat bapaknya manusia, Nabi Adam, beliau mengucapkan salam padanya, nabi Adam pun menjawab salamnya, menyambut dan mengakui kenabiaannya.

Allah Swt memperlihatkan para arwah yang berbahagia dari keturunan Nabi Adam di sebelah kanan, dan memperlihatkan juga para arwah yang menderita di sebelah kirinya.

Selanjutnya naik ke langit kedua, beliau melihat Nabi Yahya dan Nabi Isa
Naik lagi ke langit ketiga, beliau melihat Nabi Yusuf
Naik ke langit keempat, beliau melihat Nabi Idris
Naik ke langit kelima, beliau bertemu Nabi Harun

Kemudian naik ke langit keenam, beliau melihat Nabi Musa, ketika menemuinya Nabi Musa menangis. Lantas beliau bertanya, kenapa engkau menangis? Musa menjawab, saya menangis karena ada seseorang yang diutus menjadi Nabi setelahku, umatnya masuk surga lebih banyak dibanding umatku.

Naik lagi ke langit ketujuh, beliau bertemu Nabi Ibrahim.
Beliau akhirnya diangkat ke sidratu al muntaha
Kemudian naik lagi ke al bait al ma’mur

Dan hingga akhirnya tiba di singgasana Arsyur Rahman Allah Swt, mendekat kepada-Nya, begitu dekat, jarak dua busur panah atau lebih dekat lagi, maka diwahyukan kepada hambanya apa yang seharusnya diwahyukan.   
Rasulullah mendapat perintah shalat lima puluh waktu, beliau kembali hingga bertemulah dengan

Nabi Musa, ia bertanya, apa yang diperintahkan kepadamu wahai Muhammad? Rasul menjawab, shalat lima puluh waktu. Nabi Musa kembali berkata, umatmu tidak akan sanggup, kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan untuk umatmu. Rasul melirik malaikat jibril dan memberi isyarat kepadanya, jibril member isyarat, sungguh benar jika kamu berkehendak. Malaikat jibril kembali membawa Rasulullah naik ke Arsy Rahman Allah Swt dan Dia masih di tempat yang tadi. Ini riwayat Imam Bukhari dalam kitabnya Shahih Bukhari.

Adapun menurut riwayat yang lain, diberi keringan menjadi empat puluh waktu. Dan kembali bertemu Nabi Musa, ia berkata, kembalilah menemui Tuhanmu minta keringanan dari-Nya, dan terus permohonan keringanan yang diajukan Nabi Musa kepada Allah Swt hingga akhirnya kewajiban shalat menjadi lima waktu saja. Nabi Musa kembali menyuruh Rasulullah untuk menemui Allah Swt memohon keringanan. Namun Rasul menjawab,

“Saya sudah malu terhadap Allah Swt, saya ridha dan menerima (perintah ini)”. Kemudian terdengar setelah itu sebuah seruan,

“Telah Aku setujui, kewajiban yang telah Aku fardhukan, dan telah aku ringankan (kewajiban itu) terhadap hamba-Ku”.

Sumber: Mukhtashar Zadul Ma'ad, Ibu Qayyim al-Jauziyah

Berbagi dengan Admin Follow @referensimuslim atau @GozaliSudirjo

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERISTIWA ISRA DAN MI’RAJ | Ibnu Qayyim al-Jauziyah "

Post a Comment

Anda bisa berkomentar disini. Komentar berisi pertanyaan atau saran mengenai konten yang disajikan di website ini. Terima kasih