SMAIT AsSyifa Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

referensimuslim.com
referensimuslim.com – Admin rutin setiap tahun menyampaikan materi di depan siswa baru SMAIT As-Syifa Boarding School, sudah tiga tahun terakhir kami selalu menyampaikan terkait generasi milenial atau lebih tepatnya tahun ini diberi judul SMAIT AS-SYIFA MENJAWAB TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 yang sudah mulai ramai diperbincangkan di 5-6 tahun terakhir ini. DOWNLOAD materinya KLIK DISINI.

Dan jika mengutip apa yang ditulis Yuswohady, How Millennials Kill Everything akan sedikit terkejut. Beliau memulai tulisannya,

Coba googling dengan kata kunci “millennials kill”, maka Anda akan mendapati betapa millennial adalah “pembunuh berdarah dingin” yang membunuh apapun.

Di halaman pertama hasil pencarian Google saya menemui judul-judul menyeramkan seperti ini:
“RIP: Here Are 70 Things Millennials Have Killed”
“Things Millennials Are Killing in 2018”
“Millennials Kill Again. The Latest Victim? American Cheese”
“Millennials Are Killing the Beer Industry”
“How Millennials Will Kill 9 to 5 Job?”

Bahkan ada situs yang menulis:
“The Official Ranking of Everything Millennials Have Killed.”

Di dalamnya peringkat produk dan layanan yang paling cepat “dibunuh” oleh milenial.

Ada dalam urutan peringkat itu produk-produk seperti: berlian di urutan 29; golf di urutan 23; department store di urutan 20; sabun batang di urutan 15; kartu kredit di urutan 10; dan bir di urutan 5.

Tantangan Dunia Pendidikan, Pesantren, Islamic Boarding School
Tentunya untuk dunia pendidikan menjadi tantangan tersendiri, bahkan ada pertanyaan besar, APAKAH PERAN GURU TERGANTIKAN?
“Jika guru  atau pengajar  hanya berperan  dalam  proses  transfer  ilmu pengetahuan,  maka  peran  guru  dan  pengajar  akan  digantikan  oleh teknologi“

Peran Guru Tidak Tergantikan Teknologi!
Peran  guru  sebagai  teladan  agama, karakter,  moral, keteladanan, menebar passion dan inspiratif tidak bisa digantikan dengan alat dan teknologi secanggih apapun.

Maka kami begitu optimis, bahwa ide usang yang sejak dulu dihembuskan akan menghapus pelajaran agama di sekolah akan banyak ditentang! Buktinya, sepengetahuan kami, sekolah berbasis pesantren atau Islamic Boarding School, setiap tahunnya selalu kebanjiran pendaftar dikisaran 3000 s.d. 7000 siswa yang berminat masuk di sejumlah pesantren yang tersebar di Indonesia.

BONUS DEMOGRAFI SEKOLAH ISLAM TERPADU
Terlebih, jika kita berbicara BONUS DEMOGRAFI, maka kita bisa memprediksi, jika Sekolah Islam Terpadu atau Pesantren meluluskan 1000 orang setiap tahunnya di Indonesia dan 20% nya di terima di jurusan sains, dan mereka tetap mempertahankan nilai-nilai Quran dalam diri mereka bisa di pastikan akan lahir generasi muslim saintis yang menjadi bagian dari generasi emas Indonesia 2045

Tentunya tidak mudah, karena tantangannya juga sangat masif, diantaranya; miras dan narkoba, pacaran dan seks bebas, game online, dan tergila-gila dengan artis amoral.
Dari tantangan tersebut, orang tua semakin khawatir jika putra-putrinya tidak dibentengi dengan agama yang kuat. Dan pendidikan berbasis karakter dan agama lah sebagai satu-satunya benteng agar generasi muda Indoensia ini bisa berkiprah di level nasional dan internasional. Semoga!

Baca juga: Testimoni Awal Perjuangan Afina Santri Asal Jepang di Asyyifa Boarding School

Berbagi dengan Admin Follow IG @referensimuslim_

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SMAIT AsSyifa Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0"

Post a Comment

Anda bisa berkomentar disini. Komentar berisi pertanyaan atau saran mengenai konten yang disajikan di website ini. Terima kasih